Kost Orgy Club

Aku mahasiswa di Malang tingkat hampir akhir. Aku mau berkisah tentang pengalamanku ngesex di sebuah kost-kostan mahasiswa. Kost-kostan itu khusus cowok dan sangat banyak kamarnya. Sebulan pertama sih normal-normal saja hidup di kost yang ramai ini bagiku yang dari luar pulau. Tapi beberapa hari setelah bulan kedua kost-kostan tersebut ketahuan belangnya (atau asyiknya, tergantung dari mana melihatnya).
Hari itu aku lagi mau berangkat kuliah siang ketika kulihat dari seberang kamar Nino, si cowok yang flamboyan dan sedikit centil, nongol dari kamarnya ke kamar mandi tidak pakai apapun kecuali sandal jepit. Handuk saja cuma ditenteng sama tangan kirinya, sedang tangan kanannya menenteng peralatan mandinya. Kulitnya yang sawo matang semakin membuatnya tampak seksi. Bodinya yang agak pendek semakin menampakkan bongkahan pantatnya wuuihhh!!
Aku hanya bengong saja melihat pemandangan itu. Bagaimana mungkin Nino berani keluar dari kamar mandi dengan telanjang bulat seperti itu. Meskipun saat itu kost sedang sepi, akan tetapi itu hal tergila yang aku lihat. Jujur saat itu, aku langsung kena komplikasi mata-jantung-kontol. Mata melotot melihat bodinya Nino, jantung langsung berdegup kencang, kontol ikutan menegang melihat bodi dan kontol Nino yang teracung-acung. Setelah masuk ke kamar mandi Nino sedikit menutup pintu untuk menggantungkan handuk dan pandangan matanya bertemu dengan pelototan mataku. Ia tidak terlihat kaget, malah tersenyum menggoda dan sedikit meremas kontolnya sendiri. Ia ternyata, dan untungnya bagiku, tidak menutup pintu kamar mandi dan mulai mengguyur badan semoknya dengan santai-santai saja seakan aku yang menonton dia mandi adalah hal yang normal.
Beberapa saat setelah mengguyur tubuhnya untuk membersihkan sabun di badannya ia menoleh ke belakang dan cengengesan melihat aku bengong saja di depan pintu kamarku. Kuliah langsung terlupakan begitu dia menggunakan jemari telunjuk kanannya untuk mengajakku ke kamar mandi. Antara sadar dan tidak, aku mengiyakan dan mengikuti suruhannya agar menyusulnya ke kamar mandi. Setelah tolah toleh kanan dan kiri, aku merasa yakin kalau kost lagi sepi, maka akupun melangkah ke kamar mandi. Oh, sungguh aku tidak mengerti mengapa ini kulakukan. Langsung saja aku melemparkan diktat kuliahku ke kamar dan sedikit berlari menuju kamar mandi mandi bersama, yang ukurannya agak besar itu. Aku langsung melepas seluruh bajuku, termasuk CD-ku, sehingga batang kontolku yang sudah menegang dari tadi langsung seperti terbebas dari kungkungannya. Nino ternyata memunggungiku, tidak tahu lagi apa. Saat aku masuk ke kamar mandi ia cuma menoleh sedikit dan tersenyum.
“Eh Rico belum pernah mandi bareng cowok selama kost disini ya?”tanya Nino mengagetkanku.
“Belum. Biasanya mandi sendirian saja. Kalo rame-rame, aku malu,” jawabku agak gugup dan sambil memandangi Nino yang menggoyangkan pantat serta pinggulnya yang dalam keadaan basah begitu.
Sambil tetap memunggungiku ia meraih kedua tanganku dan menggiring keduanya ke dadanya. Aku tersentak dan kaget, menuruti keinginan Nino. Secara reflek tanganku meremas dada dan putingnya sambil sedikit mengusap-usap dengan gerakan melingkar yang lembut. Sementara pantatnya menyenggol-nyenggol bagian kejantananku, sehingga membuatku semakin pasrah mengikuti ajakan tangan Nino. Bibir Nino yang tebal itu mengeluarkan desahan yang menerbangkan birahiku. “Aaahhh… eeemmmhhh… eeemmmhhh…” Ternyata itu trik dan pancingan Nino agar aku terangsang. Sejenak dia menoleh kebelakang dan langsung melumat bibirku. Aku kaget setengah mati, namun merasakan pagutan bibir Nino, membuatku melayang terbang. Sungguh tak pernah krasakan berciuman dengan sesama cowok seperti ini. Ternyata kurasakan rasanya enak juga. Desahannya sedikit tertahan tapi bercampur dengan desahanku sendiri. Lalu tangan kiri Nino mulai meraba-raba, dan itu kurasakan sesuatu yang luar biasa. Karena antara rasa geli dan terangsang, saat tangannya memegang kontolku yang mulai teracung terangsang. Desahan Nino semakin menggema di dalam mulutku dan dipantulkan oleh dinding kamar mandi. Kocokan lembut tangan Nino pada kontolku, membuat batang kontolku mengeras penuh dengan urat-urat yang mencuat.
Aku begitu melayang-layang menikmati permainan sesama cowok yang baru aku alami ini. Antara perasaan penasaran dan rangsangan hebat, membuatku seakan pasrah dan mengikuti segala tuntunan Nino. Saat dia berbalik, secara cepat dan reflek Nino memagut kembali bibirku. Aku melumat bibirnya seperti dia melumat bibirku. Nino r=turun ke bawah, menjilati leherku dan daguku. Oh, sensasi luar biasa saat ujung lidah Nino menjelujur di sela-sela leherku yang sensitif ini. Lalu lidah liar itu mulai turun, dan semakin turun mengenai dada dan putting dadaku. Og..bagaikan kesetrum kurasakan saat ujung lidah itu mengecup putting dadaku. Sejenak Nino mengenyot dan menghisap putting dadaku, membuatku terbang melayang ke awang-awang. Kepala Nino semakin turun ke bawah, ke perut hingga secara reflek dan cepat Nino meraih batang kontolku. Lalu hupppp.. batang kontolku dilumat dan dimasukkan ke mulutnya. Sungguh aku merasakan kejutan-kejutan pada kuluman-kuluman mulut Nino saat mengoral kontolku. Cairan precum pertanda aku terangsang keras, dilumat habis oleh Nino tanpa tersisa. Kontolku seakan berdenyut denyut ketika lidah lembut itu menyentuh lubang pembuangan kemih. Antara rasa geli dan nikmat kurasakan. Setelah mengeksplorasi kontol, biji peler dan sela-sela lipatan selangkanganku.
Nino sambil sedikit mendesah ia bilang, “Sodomi yuk… pengen…” Ah…terbayang pikiranku akan adegan sodomi di dalam film bokep itu, saat kotol cowok memasuki lubang pantat ceweknya. Dan saat ini, didepanku telah siap sebongkan pantat cowok yang bernama Nino. Akal sehatku sungguh terbang kemana, antara rasa penasaran dan ingin mencoba adegan film bokep itu, aku terdiam saat Nino membalikkan tubuh. Oke deh, pikirku sambil mendorong punggungnya supaya ia menunduk. Dan aku menuruti keinginan Nino yang membimbing kontolku untuk menghunjam ke lubang pantatnya. Ia menunduk dan langsung saja pantatnya aku masuki batang kontolku yang sudah tegang tidak keruan. kontolku masuk ke lubang pantatnya dengan perlahan. Tiba-tiba ia memekik keras sekali,
“Aaarrrgghhh…!!”
“Kenapa Nin?” tanyaku kaget, batang kontolku terjepit ketat sekali sehingga terasa nikmat sekali.
“Nikmat… sekalii… uuuhhh… aaarggghh…”
Sekali lagi Nino memekik keras waktu aku mulai mendorong pinggulku maju mundur. Nino menyempitkan lubang pantatnya seperti kalau lagi menahan kentut.
Sensasi yang diterima batang kontolku rasanya luar biasa sekali. aku juga mulai mendesah-desah keenakan. Aku memegangi pinggulnya dan sesekali menampar pantatnya yang montok itu. Lalu kutempelkan dadaku ke punggungnya dan menghujamkan seluruh batang kontolku ke pantatnya. Nino meracau dan membimbing tangaku untuk mulai meremas-remas kontol Nino yang menggantung berat dengan gemas. Pasti teman-temanku tidak percaya kalau baru pertama kali merasakan sensasi anal seks ala sodomi ini.! “Uuuhhh… aaahhh…” desahku ditimpali pekikannya Nino. This boy is really hot!
Tiba-tiba aku merasa ada cairan hangat mulai menjalar ke ujung kepala batang kontolku. Tanpa sempat kutahan, air maniku keluar sebagian di dalam pantatnya Nino, sedangkan sebagian meloncat keluar mendarat di punggungnya Nino. Semburan kedua Nino sempat berputar dengan cepat dan menerima air maniku di pipi kirinya. Semburan keempat mendarat ke seluruh wajahnya. Setelah itu ia mulai menjilati seluruh mani di wajahnya dan mengusap-usap pantatnya untuk meraup maniku yang ada di punggung dan pantatnya setelah itu ditelannya sampai habis. Sambil menikmati sisa-sisa spermaku tangan Nino sibuk mengelap sperma pada kontolnya. Aku kaget dan sedikit berfikir, kapan kejadiannya Nino ejakulasi kok kontol Nino sudah berlumeran sperma dia. Apakah saat tadi aku sodomi, Nino merasakan kenikmatan yang tiada tara, sehingga kontolnya juga ikutan ejakulasi bersaan denganku??
Aku merasa agak lemas tapi puas. Dan parahnya sensasi itu sungguh membuatku merasakan sesuatu yang berbeda. Dan Nino tahu itu. Dia bilang,
“Besok diulangin lagi yah di kamar.”
“Kamarku atau kamarmu?”
“Kamarku saja. Kamarmu berantakan sih!”
Aku nyengir malu sambil membersihkan badanku dengan air. Cepat-cepat aku merapikan diri dan kembali ke kamarku.
Entah apakah aku akan bisa mengulangi kejadian itu untuk besok ataukan tidak, yang jelas aku telah merasakan sesuatu persetubuhan yang lain. Antara cowok dan cowok. Woww…
Aku yang lemas tak bertenaga, lagsung tertidur ketika kembali ke kamarku. Ternyata hari begitu cepat berlalu, hari sudah malam telah ketika aku bangun. Lalu tiba-tiba aku merasakan ada yang megetuk pintuku. Dengan malas aku membukanan pintu kosku. Ternyata Nino datang membawakanku kue terang bulan yang masih hangat. Sambil duduk menemani Nino nonton TV di kamarku, kunikmati kue terang bulan coklat meses kesukaanku itu. Belum habis satu potong kue terang bulan itu, Nino mendekatiku. Nino mendorongku ke kasur hingga membuatku rebah di kasur. Secepat kilat, Nino mulai menciumi leherku, dan itu membuatku lemas pasrah. Kurasakan Nino sudah mengetahui titik kelemahan dan pusat rangsanganku. Sambil sibuk membuka seluruh bajunya, Ninopun berusaha melepaskan baju yang menempel di badanku. Setelah kami berdua telanjang bulat. Nino merebahkan diri di kasur dan meraihku agar menindihnya. Akupun tanpa komando seolah mengikuti alur permainan itu. Tanpa sadar aku mulai menjilati tubuhnya. Dia mulai mendesah-desah lagi saat kujilati putting dadanya yang mulai mengeras. Ia lalu secara tiba-tiba meraih kepalaku dan menekannya keras sehingga aku jilatanku berubah jadi gigitan kecil di dadanya. Aku mulai menggerigiti putingnya dan sekali lagi (jadinya terus-terusan), Nino memperdengarkan pekikan nikmatnya.
Selang beberapa lama, Nino membalikkan tubuh dan mulai secara ganas menyerangku. Aku yang diserang pasrah mengikuti alur permainan sesama jenis ini. Nino mulai menciumi leher dan punggungu. Lalu setelah merasa puas mencicipi dadaku, Nino mulai menyerang batang kontolku pula. Dikenyot dan disedotnya kontolku yang berukuran cukup besar itu. “Kamu mau menyodomi aku lagi kan?Bisik Nino. Sungguh ungakapn itu yang kutunggu-tunggu dari tadi. Karena aku begitu merasakan pengalaman yang berbeda saat tadi menyodomi lubang pantat Nino. “Kamu ambil inisiatif ya” bisik Nno pelan Dan akupun mengangguk mengerti. Aku mulai mengarahkan batang kontolku ke dalam lubang pantatnya saat Nino membungkuk. Dia memekik kaget saat penetrasi dan langsung kugenjot habis-habisan. Jepitan lubang pantatnya benar-benar yahud deh! Aku mengerang-erang nikmat sekali dan Nino menjerit-jerit keenakan. Lalu aku yang merasakan sesuatu yang nikmat, mulai mencari-cari sasaran. Tanganku meraba dan menjelajah ke seluruh bagian area tubuh Nino dan dia membalas dengan bergairah. Saat puas dengan gaya Doggy Style, Nino membalikkan tubuh dan mencoba gaya Ayam Panggang. Kontolku dimasukkan ke pantatnya, dan dia melingkarkan tangannya ke leherku. Ditariknya badanku, hingga dada kami bergesekan dan sensasi yang ditimbulkan benar-benar aduhai. Lalu selang beberapa menit kemudian aku keluar lagi tanpa sempat kutahan.
“Niinnnooo… eemmmhhh… keeluuaar… dii… daaleemmm… nniihhh…” kata-kataku terputus-putus oleh erang nikmat dan sensasi orgasme.
“Nnggakkk… papa… koooqqq…” rupanya dia juga mengalami sensasi yang sama.
Lalu aku ambruk di sampingnya untuk istirahat. Nino juga lelah kelihatannya.
“Rico…”
“Ya?”
“Welcome to the club!” katanya membuatku heran.
“What club?”
“The Orgy Club! Gini lho di sini, di kost-kostan ini, sex is totally free. Sama cowok manapun di kost ini, kamu boleh main semaumu. Dan kalau cowok itu tidak mau, kamu boleh perkosa dia. Alex, Leo, Anton, Joko, Mario, Indra, bahkan Mas Deddy yang punya kos, lalu Pak Kasimun satpam sini semuanya suka hubungan sejenis ini. “Hahh…. “aku sedikit terperangah. “Apa mereka semuanya homo?”,tanyaku dengan penuh kaget. “Hua..ha..ha.. ya gak lah. Mereka ada yang punya istri. Bahkan rata-rata cowok yang kos disini semua punya cewek”,terang Nino.
“Kami hanya mengutamakan kepuasan dan fantasi seks yang berbeda. Tanpa harus menyebut atau menganggap kita ini gay atau homoseks. Karena kita juga ga mau kalau disebut homo”terang Nino berapi-api.
Oh ya, setiap weekend kita ada orgy di rumahnya Mas Deddy. Ponakan Rio yang masih SMA dan adiknya Anton juga anggota klub lho. Pokoknya totally free deh!”
Aku agak kaget dan pusing mendengarnya.
“Semua orang?” tanyaku.
“Pokoknya syaratnya adalah kamu orang kost di sini. Benernya kamu diajak Indra kost ke sini karena dia denger kamu punya kemampuan main sangat dasyat. Dia denger dari mantanmu. Eh sori lho kalau nyinggung perasaanmu tentang mantanmu.”
Aku kaget. Ternyata Indra punya tujuan lain mengajakku kost di sini. Buat melupakan Sarah yang selingkuh dan mengenalkan dunia sex yang lebih bebas. Wah thank’s Ndra!
“Jadi aku berhak main dengan kalian semua cowok disini walaupun kalian tidak mau?”
“Iya!” jawab Nino dengan tersenyum.
“Emmm.. weekend itu entar besok. Aku diundang nih?”
“Like i Just said to you, kamu adalah anggota klub ini sekarang. Jadi kamu berhak ke sana.”
“Jadi itu alasan kalian tiap weekend keluar barengan terus?”
“Iya,” terdengar jawaban dari arah pintu.
Kami menoleh ke arah pintu yang lupa kututup. Ternyata si Wawan, yang bodinya paling proporsional dari mereka, karena ikutan fitness. Dia berdiri di depan pintu dengan telanjang bulat.
“Eh Wawan, darimana kamu tahu aku abis main sama Rico?”
“Teriakan khasmu kalau lagi ngentot dan kalian sama sekali tidak menutup pintu kamar mandi dan kamar tidur. Juga dari TV.”
“TV?”
“Iya tiap kamar ada hidden kameranya, termasuk kamar mandi dan kamar tidur. Kami semua tahu kalau kamu tiap mau tidur selalu onani dan para cowok ngiri liat ukuran batang kontolmu,” jawab Nino geli.
“Semua kamar?” tanyaku.
“Kita selalu kepengen dientoti sama kontol besar kayak punyamu, walaupun tidak panjang. Nino sudah duluan tuh!”
“Ooo trus selama 3 hari aku disini kok ga diapa-apain?
“Kita memang menunggu sampai 3 hari dan terus kami amati tingkah polah anak kost baru. Karena kami takut ada intel atau aparat polisi yang sedang menyamar. Bisa hancur kalau sampai itu terjadi”
“Ooo…..dan apa kamu sekarang kamu kepengen?”jawabku mengalihkan obrolan.
“Iya sih!” jawab Wawan sambil wajahnya memerah menahan nafsunya.
“Tapi staminaku abis.”
“Nih Irex!” kata Nino ketawa.
Langsung saja kusambar Irex itu dan kuminum dengan semangat. Selang beberapa menit kemudian aku mulai merasa fit lagi dan ready for fight. Wawan yang sementara itu mengusap-usap kontol dan memelintir putting dadanya sendiri serta mendesah-desah. Sudah mulai terangsang rupanya. Aku lalu berdiri dan mendekatinya. Kudorong ia ke dinding dan mulai kujilati bibirnya yang tipis itu. Tapi dia menolak dan langsung jongkok. Tanpa basa-basi dia mencaplok batang kontolku. Setelah mengusap-usap batang kontolku yang di dalam mulutnya dengan lidahnya, dia mulai mengocok-ngocokku dengan memaju-mundurkan kepalanya. Kadang-kadang lidahnya menyusuri bagian bawah batang kontolku dan mengemut buah zakarku. “Aahhh… yaaahhh… terusss… terus… Wan…” aku mendesah-desah, tidak kuat menahan birahi. Dan aktivitas itu berlangsung agak lama.
Lalu aku tidak sabar dan menarik bodinya Wawan dan merebahkannya di lantai. Lalu kuangkat kedua kakinya yang panjang dan indah ke bahuku dan mulai kugenjot habis-habisan, tidak ada lembut-lembutnya. Ternyata beda dengan Nino, Wawan hanya mendesah-desah. “Emmmhhh… uuuhhh… aahhh…” Setelah beberapa menit akhirnya aku keluar juga. “Crooottt… croot…” semburan silih berganti masuk ke dalam lubang pantatnya. “Aaahhh…” desahku. “aahhh…” desahnya juga.”Aaahhh…” ada desah lain. Ternyata Nino masturbasi sampai orgasme. Saat itu Ronald lewat depan kamarnya Nino. Dia berhenti sejenak lalu hendak meneruskan langkahnya ke kamarnya. Kepalang tanggung aku langsung melepaskan diri dari Wawan dan kuterjang Ronald.
Ronald adalah cowok yang punya bodi agak pendek, tapi lebih tinggi dari Nino sedikit. Otot dadanya tidak seberapa besar, lebih besar sedikit dari punyanya Wawan, tapi ukuran kontolnya cukup besar untuk tubuh mungil Ronald yang keturunan chinese ini. Ronald yang tidak siap menerima terjanganku kaget dan semua buku yang didekapnya terjatuh. Dia menjerit kaget sehingga menambah nafsuku. Kuseret dia ke kamarku yang di seberang kamarnya Nino, lalu kudorong dia ke dinding kamar. Nafasnya naik-turun membuat aku semakin bernafsu untuk menikmati sensasi cowok chinese ini.
“Ngapain kamu, aku tidak mau dientot sama kamu!” serunya judes.
Dia mendorong tubuhku dan menolak untuk kusetubuhi.
“Aturan The Orgy Club: Setiap cowok yang kost disini menjadi budak seks. Kalau tidak mau boleh diperkosa. Betul Nin?” tanyaku ke Nino tanpa menoleh.
“Yoi man! Rape her as the way you like it!” Nino memberiku semangat.
“Haah… kamu sudah tahu?”
“Iya. Now enjoy my cock, wether you like it or not!”
“Ahh…” belum sempat Ronald menjawab, tanganku sudah menjangkau kaus ketatnya dan merobeknya sehingga terlihatlah dadanya yang berwarna putih susu.
Lalu kusingkirkan tangannya dan kurenggut celana pendeknya sampai robek jadi dua. Ronald kelihatan panik.
“Kenapa panik, kamu kan anggota Orgy Club. Budak seks donk?!” kataku menggodanya.
“Ehhh… aku…” belum sempat kalimatnya selesai kulumat bibir merahnya itu.
Dia berusaha melepaskan bibirku dari bibirnya dan menjauhkan tanganku dari bodinya. Tidak berhasil karena aku lebih kuat. Kudesak dia ke dinding sambil terus menciumi bibir dan mulutnya. Dia memberontak dan secara tiba-tiba dia berhasil pas dari cengkeramanku. Dia lari keluar kamarku, tapi berhasil kukejar dia dan kudesak lagi ke tiang dinding. Kali ini kujangkau CD-nya. Seketika kuangkat kaki kirinya dan batang kontolku langsung kuarahkan masuk ke lubanga pantatn. Mula-mula agak seret tapi lama-lama enak juga. Kugenjot dengan agak cepat. Dia teriak-teriak, “Enggakkk… mmaaauuu…” atau sesuatu seperti itu deh! tidak jelas soalnya. Dan aku cuek saja beibeh! Surga dunia pantang disia-siakan. Apalagi dia rela diperkosa. Setelah beberapa genjotan, Ronald teriakannya dari “Enggakk… mmmaauuu…” berubah menjadi “Doonn’t… ssttooopp… uuggghh… fffeeellsss… goooddd!” Kuperhatikan roman wajahnya yang manis itu menjadi semakin menggairahkan kalau lagi horny begitu.
Setelah beberapa menit aku merasa hendak keluar. Tanpa early warning maupun pertanyaan mau dikeluarin dimana, kusemburkan saja semua sisa sperma yang ada ke dalam lubang pantat cowok chinese ini.”Aaahhh…” Ronald ternyata juga orgasme. Desahannya barengan dengan desahanku. Air mani beserta spermaku berleleran di sepanjang pahanya yang panjang dan betisnya yang putih itu. Setelah itu dia dengan gontai pergi ke kamarku untuk mengambil baju dan celana pendeknya yang robek. Lalu dia menggeletakkan diri di kasurku. Aku susul juga dengan langkah gontai. Ternyata dia tidur, ngorok lagi biarpun tidak keras. Akhirnya aku merebahkan diri di sampingnya. 4 kali senggama dalam dua jam, wuuihh! It’s my first time dude! jadi boleh dong istirahat sekarang. Aku lalu memeluk dia dan tanganku meremas pantatnya yang aduhai dan putih mulus itu. Dia cuma mengerang kecil. Akhirnya kami tertidur. Nino dan Wawan ternyata ngelanjutin aktivitas mereka dengan mengajak satpan kos kami. Bodo ah! Yang penting mereka always ready for use.
,,,,,,,,,,,,,,

Related posts